Kuala Lumpur Family Trip Day 2: Genting Highland, Batu Caves, Pasar Seni dan Petaling

This slideshow requires JavaScript.

Hari kedua Kuala Lumpur family trip kami mulai dari sarapan di hotel, yang sesuai info resepsionis dimulai pukul 8.30. Padahal sebenarnya di itinerary yang kami susun jam 8 sudah selesai sarapan hahaha… Tujuan hari ini adalah ke Genting Highland, Batu Caves, beli oleh – oleh ke Central Market a.k.a Pasar Seni dan Jalan Petaling. Nah, bisa tercapai semua gak tuh? Selain karena jaraknya jauh dan beda arah, juga karena jadwal sarapan jadi mundur 1 jam. Tenang… tercapai semua kok 😀

Pada trip hari ini, kami akan menggunakan beberapa moda transportasi. Untuk ke Genting Highland kami akan naik Bus Go Genting yang bisa dinaiki dari Pudu Sentral dekat hotel, kemudian lanjut Cable Car ke Awana Sky Avenue. Sedangkan untuk ke Batu Caves kami akan naik KTM dari KL Sentral, ke Pasar Seni dan Petaling naik LRT.

Setelah selesai sarapan sekitar jam 9 kami berangkat ke Pudu Sentral yang berjarak hanya 600 meter dari hotel kami, Metropol Hotel. Jadi cukup jalan kaki saja menikmati KL pagi itu yang masih sepi.

Jalan Pudu to UTC Pudu Sentral | photo: fazword

Ini dia UTC (Urban Transformation Center) Pudu Sentral, terminal Bus terpadu di KL. Dari terminal ini kita bisa naik bus ke berbagai tujuan di Malaysia, termasuk ke Genting dan KLIA/KLIA2.

UTC, Pudu Sentral | photo: fazword

UTC, Pudu Sentral | photo: fazword

Setelah di dalam, kami langsung cari loket tiket bus Go Genting supaya bisa dapat bus yang segera berangkat. Loket tiket bus Go Genting terletak di lantai 2.

ke Loket Bus Go Genting | photo: fazword

Loket Bus Go Genting | photo: fazword

Di Loket saya tanya jadwal bus terdekat, ternyata adanya jam 10.30, jadi mundur jauh padahal di itinerary aslinya jam 9 kami sudah tiba di Genting hahaha… tapi it’s ok, saya pesan saja untuk 5 paxes sekalian tiket Awana Skyway pulang pergi ke Sky Avenue. Oh ya, tips dari saya sebaiknya langsung beli tiket Awana Skyway Cable Car disini saja daripada beli di Genting karena antriannya panjang sekali. Dari sini juga bisa beli tiket bus kembali ke KL sekalian. Nah untuk kami, karena akan ke Batu Caves dengan KTM dari KL Sentral, saya tanya ke petugas loket apakah bisa beli tiket balik ke KL Sentral, bingo! Ternyata bisa. Saya reserve tiketnya sekalian confirm info lagi bahwa kita sudah bisa naik KTM ke Batu Caves dari KL Sentral, berhubung sebelumnya saya baca beberapa info katanya KTM hanya sampai stasiun Sentul tidak sampai KL Sentral. Sip deal, tiket bus Go Genting dan Awana Skyway Cable Car pulang – pergi sudah di tangan.

Tiket Bus Go Genting | photo: fazword

Tiket Awana Skyway Cable Car | photo: fazword

Harga tiket Bus Go Genting dari Pudu Sentral adalah RM 5.20/pax, kemudian tiket balik Bus Go Genting ke KL Sentral RM 4.90/pax. Sedangkan harga tiket Awana Skyway Cable Car adalah RM 7.00/pax. Dengan harga segitu, menurut saya bus Go Genting ini bisa jadi pilihan transportasi murah dan mudah ke Genting dari Kuala Lumpur. Total harga tiket kami berlima jadi RM 120.5 untuk pulang pergi, lumayan.

Waktu itu belum setengah sepuluh, jadi masih lebih dari 1 jam kami harus menunggu bus. Ruang tunggu Pudu Sentral ini cukup nyaman, kalo mau beli camilan juga ada banyak yang jualan salah satunya ada seorang ibu penjual katanya asli Gresik Jawa Timur tapi sudah lama tinggal di KL. Di Pudu Sentral ini juga ada tempat penitipan koper dan tas.

Penitipan Koper dan Tas di Pudu Sentral | photo: fazword

Dari pada bosen di dalam, kami keluar ke depan menikmati situasi jalan Pudu pagi itu.

Jalan Pudu Kuala Lumpur | photo: fazword

Jalan Pudu Kuala Lumpur | photo: fazword

Saya baru sadar, ternyata di sepanjang jalan Pudu ini ada banyak hotel dan restoran… maklum sih selain karena akses transportasi yang mudah dan lengkap, lokasinya juga strategis serba dekat ke beberapa landmark Kuala Lumpur seperti Petaling, Central Market, Berjaya Times Square, Dataran Merdeka, dan Jalan Alor.

Mendekati waktu keberangkatan bus, kami bersiap di dekat platform. Bus Go Genting berangkat dari Platform P2.

Plaform P2 Bus Go Genting | photo: fazword

Jam 10 lebih sedikit bus Go Genting sudah tiba dan siap di Platform 2. Kami pun turun dan bersiap berangkat ke Genting.

Bus Go Genting Pudu Sentral | photo: fazword

Bus Go Genting Pudu Sentral | photo: fazword

Sepuluh menit sebelum keberangkatan, kami boarding bus disambut lagu fenomenalnya Siti Badriah – Lagi Syantik yang diputar oleh supir busnya, kayaknya dia fans berat 🤣

Bus Go Genting Pudu Sentral | photo: fazword

Tepat 10.30 bus berangkat, let’s go!

Bus Go Genting | photo: fazword

Perjalanan kali ini beberapa kali tersendat macet terutama setelah keluar tol, maklum karena hari itu Sabtu orang cukup banyak yang berlibur ke Genting.

Setelah perjalanan 1.5 jam, pukul 12 kami tiba di Awana Bus Station. Kami turun bus untuk berganti Cable Car. Untuk ke Cable Car, kita harus naik ke lantai 4 karena disana lah tempat naiknya sekaligus tempat beli tiket untuk yang belum beli. Karena kami sudah beli di Pudu, jadi langsung saja ikut antrian boarding cable car.

Boarding Cable Car Awana Skyway | photo: fazword

Boarding Cable Car Awana Skyway | photo: fazword

Setelah mengantri sebentar saja, kami dapat giliran boarding. Cable Car ini bisa muat sampai 10 paxes, waktu itu kami satu Cable Car dengan rombongan turis dari India.

Boarding Cable Car Awana Skyway | photo: fazword

Sebelum pintu Cable Car ditutup, kita akan difoto oleh Photographer dari Awana yang jika kita ingin cetak fotonya nanti bisa dicetak setelah turun di SkyAvenue dengan menunjukkan kartu yang diberikan ini. Please note, cetak fotonya nanti berbayar ya 😀

Awana Skyway Photo Print Card | photo: fazword

Selesai difoto, pintu Cable Car kami ditutup, dan ready for take off!

Untuk sampai di SkyAvenue Station kita mengendarai Cable Car ini selama sekitar 15 menit ke titik tertinggi Genting Highland. Buat yang takut ketinggian, sepertinya mending jangan naik ini deh haha.. ada pilihan dengan taksi juga. Cable Car ini lumayan bikin nerves karena naiknya lumayan steep dengan view lembah dan jalan raya di bawahnya. Berikut beberapa foto keseruan selama naik ke atas dengan Cable Car.

This slideshow requires JavaScript.

Tiba di Skyavenue Station, Welcome to Genting Highland!

Sekarang ngapain? Seperti turis lainnya, foto – foto. Ada banyak spot yang bagus untuk berfoto dan difoto.

Awana Genting Highland | photo: fazword

First World Hotel Genting | photo: fazword

Setelah foto – foto di luar, kami masuk ke SkyAvenue nya. Mewah!

Awana SkyAvenue | photo: fazword

Awana SkyAvenue | photo: fazword

Dan ini dia Genting Sky Casino yang terkenal itu. Sumpah, saya gak masuk cuma lihat – lihat di depan 😛

Genting Sky Casino | photo: fazword

Genting Sky Casino | photo: fazword

Karena sudah saatnya jam makan siang, kami kemudian cari tempat makan. Di SkyAvenue ini ada Medan Selera, seperti Taste of Asia yang di Berjaya Times Square kemarin. Lokasinya satu lantai ke bawah dari depan Sky Casino ini.

Untuk makan siang, kami pesan Nasi Kandar Ayam Goreng dan Laksa Nyonya. Nasi Kandarnya lumayan enak, tapi Laksanya tidak terlalu.

Nasi Kandar Ayam Goreng | photo: fazword

Harga makanan disini sedikit lebih mahal dibanding yang di Taste of Asia, berlima kami habis RM 105.6.

Makan @ Medan Selera Genting | photo: fazword

Waktu itu sudah hampir jam 2 siang, sedangkan tiket bus kami kembali ke KL Sentral terjadwal berangkat jam 3. Sedikit buru – buru supaya tidak ketinggalan bus. Kami sholat dulu di Sky Avenue, suraunya terletak di lantai yang sama dengan Medan Selera ini. Selesai sholat langsung ke Cable Car Station. Antriannya waktu itu membludak sekali, bikin saya was-was ketinggalan bus.

Antrian Cable Car Awana | photo: fazword

Pukul 14.40 kami baru kebagian masuk Cable Car, mepet banget kan? Kalo pun ketinggalan bus ya pasrah saja beli tiket lagi, tapi khawatir rencana ke Batu Caves bisa batal kalo ketinggalan bus. Yuk mari turun dulu dengan Cable Car. Beberapa foto lagi di Cable Car saat turun dari SkyAvenue.

This slideshow requires JavaScript.

Pukul 14.53 kami tiba di Awana Bus Station, belum jam 3 jadi bus kami belum berangkat, malah belum ada di platform.. untung saja 😀

Jadwal Bus Awana Bus Station | photo: fazword

Beberapa menit kemudian bus kami dengan nomor GKLS F2 tiba juga di Platform, langsung deh pada boarding.

Bus Go Genting @ Awana | photo: fazword

Di perjalanan turun kembali ke KL kali ini macet juga, saya jadi ketiduran, baru bangun saat bus masuk ke KL Sentral. Tiba di KL Sentral kami langsung naik ke main hall untuk membeli tiket KTM ke Batu Caves. Waktu itu sudah pukul 16.15 kami baru dapat tiket KTM ke Batu Caves.

KL Sentral | photo: fazword

Harga tiket KTM dari KL Sentral ke Batu Caves adalah RM 2.00/pax.

KTM Ticket Vending Machine | photo: fazword

Sesuai arahan petugas, kami langsung ke platform 4 tempat KTM ke Batu Caves akan menaikkan penumpang.

KTM KL Sentral – Batu Caves | photo: fazword

Platform 4 KL Sentral KTM Batu Caves | photo: fazword

Setelah mengecek jadwal, ternyata kami dapat KTM yang berangkat pukul 16.56 dan tiba di Batu Caves pukul 17.38. Alhamdulillah, jam segitu di KL mah masih ‘siang’ haha… waktunya masih sangat cukup untuk jalan – jalan.

Jadwal KTM KL Sentral – Batu Caves | photo: fazword

Jadwal KTM Batu Caves – KL Sentral | photo: fazword

Dari tabel jadwal di atas saya juga bisa menentukan jadwal kembali ke KL Sentral, saya targetkan untuk kembali dengan KTM yang jam 19.00. Kalo kelewatan dan naik yang 19.50, KTM nya hanya sampai Sentul jadi harus lanjut free shuttle bus ke KL Sentral. FYI, beberapa jadwal KTM Batu Caves mengalami penyesuaian karena sedang ada proyek rel ganda sampai tahun 2019 untuk pengembangan layanan KTM. Jadi, beberapa jadwal KTM hanya sampai stasiun Sentul, tidak sampai KL Sentral. Untuk mengantisipasi hal ini, pihak otoritas Malaysia menyediakan fasilitas shuttle bus gratis KL Sentral – Sentul pp khusus untuk penumpang KTM.

Sebelum pukul 16.55 KTM yang ke Batu Caves sudah tiba di KL Sentral. Kemudian pukul 16.56 berangkat ontime, mantap!

KTM KL Sentral – Batu Caves | photo: fazword

Di dalam KTM sore itu cukup lengang, jadi dapat tempat duduk semua.

Kabin KTM KL Sentral – Batu Caves | photo: fazword

Pukul 17.40 kami tiba di Stasiun terakhir, Batu Caves. Dari peron sudah kelihatan patung Dewa Murugan di depan kuil nya.

Batu Caves Station | photo: fazword

Batu Caves Station | photo: fazword

Dari Stasiun Batu Caves, kita hanya perlu jalan kaki karena pintu keluar stasiun langsung nyambung dengan pintu masuk ke Batu Caves.

Stasiun Batu Caves | photo: fazword

Selamat datang di Batu Caves!

Batu Caves | photo: fazword

Batu Caves adalah sebuah gua batu kapur, di dalam nya terdapat kuil Hindu dengan patung raksasa Dewa Murugan di depannya. Aktivitas turis paling populer disini tentu saja foto – foto dengan background patung dewa dan anak tangga menuju guanya yang sangat tinggi. Sedangkan untuk umat Hindu, selain untuk berwisata juga kesini untuk beribadah. Satu yang paling menarik perhatian saya adalah banyak sekali burung dara dan merpati yang jinak, disukai anak – anak. Tinggal siapkan saja butiran camilan pasti langsung dikerumunin burungnya. Disini juga ada yang jual biji jagung / kedelai untuk menarik kerumunan burung – burung ini, so much fun!

Burung Dara dan Merpati @ Batu Caves | photo: fazword

Burung Dara dan Merpati @ Batu Caves | photo: fazword

Burung Dara dan Merpati @ Batu Caves | photo: fazword

Burung Merpati dan Dara @ Batu Caves | photo: fazword

Sambil saya asik main dengan Merpati, adik dan ortu saya asik foto – foto. Spot foto disini memang bagus sekali, dengan background kemegahan patung dewa dan bukit kapur dengan ratusan anak tangganya ke atas.

Batu Caves Selangor Malaysia | photo: fazword

Karena sudah kelelahan, kami tidak coba naik ke dalam guanya, kebayang itu ratusan anak tangga harus dinaiki bisa – bisa langsung pesan Go-Massage ke Malaysia hahaha… Jadi, kami hanya foto – foto saja di halaman yang luas ini, menikmati udara sore yang sejuk, sama seperti turis lainnya.

Batu Caves Selangor Malaysia | photo: fazword

Disini juga ada banyak toko souvenir untuk yang mau beli oleh – oleh. Nah, sesuai itinerary kami akan beli oleh – oleh malam ini sekembali dari sini. Kami akan ke Central Market / Pasar Seni dan Jalan Petaling, jadi tidak perlu belanja disini.

Suasana Sore di Batu Caves | photo: fazword

Sore itu sebelum pukul 18.40 kami akhirnya pergi dari sini. Kami tidak boleh ketinggalan KTM yang jam 19.00, kalo ketinggalan bisa batal beli oleh – olehnya, nanti pulang bisa diprotes 😀 .

Sunset @ Batu Caves | photo: fazword

Di Stasiun Batu Caves waktu itu sudah ada KTM yang akan berangkat jam 19.00, kami langsung beli tiket di vending machine kemudian ke peron naik KTMnya. Tepat pukul 19.00 KTM berangkat, next stop: KL Sentral!

KTM Batu Caves – KL Sentral | photo: fazword

Rute KTM Batu Caves – Bangi via KL Sentral | photo: fazword

Pukul 19.35 kami tiba di KL Sentral, langsung cari vending machine untuk beli tiket LRT ke Pasar Seni. Tapi eittsss… sebelumnya cari ATM dulu. Setelah berhitung di KTM tadi, ternyata perlu tambahan Ringgit lagi untuk beli oleh – oleh 😀 .

Beres urusan dengan ATM, saya ke vending machine untuk beli tiket LRT. Dari KL Sentral ke Stasiun Pasar Seni hanya satu stasiun saja via LRT jalur Kelana Jaya – Putra. Tarif LRT dari KL Sentral ke Pasar Seni RM 1.30/pax.

LRT Laluan Kelana Jaya KL Sentral – Pasar Seni | photo: fazword

Dapat tiket, kami turun ke Platform lagi, kali ini platform 1 untuk LRT ke Pasar Seni.

Platform 1 KL Sentral LRT Pasar Seni | photo: fazword

Kami tiba di Stasiun Pasar seni sekitar 19.49.

Stasiun Pasar Seni Kuala Lumpur | photo: fazword

Stasiun ini sudah banyak berubah dibanding dua tahun yang lalu, lebih tertata rapi dan bersih. Petunjuk arah nya semakin lengkap, dua tahun yang lalu saya nyasar disini karena salah ambil arah saat keluar stasiun, akibatnya jadi muter jauh lewat terminal bis 🙊

Dari petunjuk jalan di atas, jelas sekali kita tinggal keluar lurus kemudian turun tangga dan nyebrang jalan, selamat datang di Pasar Seni a.k.a Central Market.

Pasar Seni Central Market Kuala Lumpur | photo: fazword

Central Market Kuala Lumpur | photo: fazword

Masuk kesini, langsung deh muter cari oleh – oleh yang sudah ditulis masing – masing.

Di Pasar Seni ini cukup lengkap pilihan oleh – oleh mainstream orang yang sedang liburan. Disini harga barangnya juga masih bisa ditawar tapi gak sebebas di Petaling, btw di Petaling relatif lebih murah harganya. Salah satu item yang paling banyak kami beli adalah coklat, sampai habis RM 144.50 😀 . Tapi serius, coklatnya ini memang enak banget, dikasih tester malah nagih pengen coba semuanya 😁.

Belanja Coklat @ Pasar Seni KL | photo: fazword

Selain ini kami belanja souvenir mainstream.

Beres belanja dari sini, kami lanjut ke arah Petaling. Sebenarnya item oleh – oleh sudah hampir semuanya dibeli di Pasar Seni, tapi masih ada sisa Ringgit siapa tahu ada yang cocok di Petaling jadi bisa dibeli juga. Selain itu, kami juga bisa pulang lewat Petaling karena Jalan Pudu sangat dekat dengan Jalan Petaling.

Pasar Seni Kuala Lumpur | photo: fazword

Masuk ke Jalan Petaling, kerasa sekali suasana riuh ramainya kawasan Pecinan ini.

Petaling Kuala Lumpur | photo: fazword

Jalan Petaling Kuala Lumpur | photo: fazword

Disini adik dan ibu saya belanja lagi, biasa cewek kalo lihat yang menarik dikit rasanya berat ditinggal tanpa dibeli. Selain belanja oleh – oleh, kami juga sambil mencari tempat makan malam. Waktu itu gak kerasa sudah lewat jam 9 tapi kami belum makan.

Jalan Petaling Kuala Lumpur | photo: fazword

Tapi karena sepertinya suasana tidak pas, juga enggak nemu tempat makan yang cocok, kami putuskan untuk udahan saja dari sini, kita makan lagi di Jalan Alor seperti malam sebelumnya. Sip deal, kami keluar dari Jalan Petaling yang ke arah Jalan Pudu. Pas di ujung jalan Petaling kami menemukan satu kedai makan malam, nah ini cocok nih, kami akhirnya pilih makan disitu saja sambil istirahat dikit, lelah juga muter – muter Pasar Seni dan Petaling. Kami makan dulu ya… disini kami pesan nasi tom yam dan nasi goreng.

Selesai makan, kami lanjut jalan dikit, hotel kami sudah dekat. Sebelum masuk hotel, kami belanja dulu di Sevel depan beli camilan untuk bekal malam ini. Tiba di kamar, langsung tepar semua 😴

Ok sampai disini Kuala Lumpur Family Trip hari kedua yang sangat panjang ini. Iya, panjang sekali, tulisan ini juga jadi ikutan panjang. Dari KL naik ke Genting di Pahang, kembali ke KL kemudian ke Batu Caves di Selangor, kembali ke KL lagi muter – muter di Pasar Seni dan Petaling. What a day! Trip day 2 ini memang yang paling sibuk karena hari ini adalah hari yang full jalan – jalan dibanding hari pertama dan ketiga besok yang terpotong waktu penerbangan pergi – pulang.

Malam ini kami istirahat dulu (khusus saya setelah cek update-an sosmed dulu pastinya hahaha).. besok hari ketiga sekaligus hari terakhir, tapi kami masih ada jalan – jalan dulu sebelum checkout hotel dan otw ke bandara.. selamat malam ZzzzZz……

———————————————-

Summary biaya Kuala Lumpur Family Trip day 2: *exclude belanja oleh – oleh

  • Bus Go Genting + Awana Skyway pp : RM 120.50
  • Makan siang 5 paxes: RM 105.60
  • KTM Batu Caves pp 5 paxes: RM 20
  • LRT KL Sentral – Pasar Seni 5 paxes: RM 6.50
  • Makan malam 5 paxes: RM 51.40
  • Beli snack dan air minum 2x: RM 18.5
  • TOTAL: RM 322.50

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Kuala Lumpur Family Trip Day 2: Genting Highland, Batu Caves, Pasar Seni dan Petaling

  1. Pingback: Kuala Lumpur Family Trip Day 3: Masjid Jamek, Dataran Merdeka dan Belanja di KLIA 2 | Fazword's Travelog

  2. Pingback: Flightdiary AirAsia AK306 Kuala Lumpur – Lombok | Fazword's Travelog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s