Mlaku Mlaku Nang Malang: Museum Angkut

Selamat Datang di Museum Angkut | photo: fazword

Selamat Datang di Museum Angkut | photo: fazword

Setelah sebelumnya kita ke Jatim Park 2, tujuan “Mlaku Mlaku nang Malang” selanjutnya adalah ke Museum Angkut. Jarak antara Jatim Park 2 dengan Museum Angkut cukup dekat, sekitar 10 menit saja kita sudah sampai. Selamat Datang di Museum Angkut!

Museum Angkut Malang | photo: fazword

Selamat Datang di Museum Angkut Malang | photo: fazword

Oh ya, sebelum turun dari bis kita dibagikan gelang tiket seperti  di Jatim Park 2 tadi. FYI, di Museum Angkut ada aturan untuk yang membawa kamera selain kamera hape wajib membayar IDR 30K. Jadi, buat yang bawa DSLR, kamera pocket atau GoPro wajib bayar ya.

Gelang Tiket Museum Angkut | photo: fazword

Gelang Tiket Museum Angkut | photo: fazword

Sebelumnya saya sudah lumayan tau tentang Museum Angkut karena sangat viral di Instagram #museumangkut. Yang paling hits kayaknya Gengster Town, banyak yang foto di zebra crossnya kan? ayo ngaku aja😀

Terus, apakah saya juga ikutan foto  di situ? Liat aja ntar, tapi ada yang jauh lebih menarik perhatian saya, apalagi kalo bukan pesawat😛 . Di museum angkut, ada arena khusus dirgantara. Lokasinya di atas, dibikin seperti konsep airport. Diberikan sign departure hall, runway, dan yang pasti ada pesawatnya. Langsung gas ke atas!

Di sini ada beberapa pesawat yang static display, dari Helikopter sampai jet Boeing 737. Yang paling menarik adalah di lantai paling atas, ada beberapa yang bisa kita coba masuki. Ada display Boeing 737-200 ex Bouraq Airways, kemudian Cessna 172 dan cockpit Boeing 737-300 ex. Xpress Air, ada juga Flight Simulator yang ditaruh di dalam kokpit B732 nya Bouraq tadi. Asik nih dicoba😀

Boeing 737 di Museum Angkut | photo: fazword

Boeing 737 di Museum Angkut | photo: fazword

Untuk bisa masuk ke tiga pesawat tadi, kita harus beli tiketnya yang dijual di “departure hall airport” yang ada di belakang Boeing 737-200 ini. Harga tiketnya IDR 20K yang bisa digunakan untuk masuk ke tiga pesawat tadi sekaligus: Cessna 172, kokpit B733 ex Xpress Air, dan kabin B732 ex Bouraq. Sedangkan untuk ke kokpit B732 ex Bouraq, kita harus beli tiket lagi harganya IDR 350K karena di dalamnya ada flight simulator, jadi IDR 350K tadi adalah harga tiket untuk yang mau mencoba flight simulatornya.

Yang pertama saya masuki adalah Cessna 172. Di Indonesia Cessna 172 ini banyak digunakan di Flying School, nah yang di Museum Angkut ini entah dari mana, karena kakak “student pilot” yang jaga di situ tidak tau katanya😀. Oh ya, kita dipersilahkan masuk ke kokpitnya yang lengkap dengan headset navigasi untuk berfoto. Bisa selfie atau minta difotoin kakaknya tadi. Ayo yang gipil buruan naik hahaha…

Cessna 172 di Museum Angkut | photo: fazword

Cessna 172 di Museum Angkut | photo: fazword

Setelah dari sini, saya ke B732 ex Bouraq, di sini akan dibantu kakak “flight attendant” yang bisa bantuin untuk foto. Karena tadi gak beli tiket untuk simulator, jadi prohibited ya ke kokpit, cuma bisa di kabin aja.

Kabinnya sudah dimodifikasi, bukan aslinya seperti di Bouraq. Ada kabin bisnis dan ekonomi. Tapi boleh juga untuk foto – foto.

Kabin Boeing 737-200 Museum Angkut | photo: fazword

Kabin Boeing 737-200 Museum Angkut | photo: fazword

Selesai dari sini, terakhir adalah ke kokpit Boeing 737-300 ex. Xpress Air. Ini lebih gipil lagi hahaha… di dalam disediakan uniform pilot lengkap yang bisa dipakai oleh pengunjung yang ingin foto di dalam. Saya fotoin instrumennya aja ya, barang klasik yang sudah mulai tergantikan dan langka saat ini, terutama sejak beroperasinya Boeing 737NG.

Cockpit Boeing 737-300 Museum Angkut | photo: fazword

Cockpit Boeing 737-300 Museum Angkut | photo: fazword

Long Life Boeing 737!

Setelah dari sini dan arena dirgantara sudah habis saya jabanin, saatnya turun nyari teman yang lain. Ternyata dari tadi saya jalan sendiri gara gara ke arena dirgantara, jadi terpisah sama yang lainnya hahaha.. Turun ke bawah dan kayaknya sudah pada jauh jalannya, gak ada satupun di dalam museum. Yuk jalan habisin Museum Angkut.

Ada satu lagi yang menarik bagi saya, yaitu Mobil Listrik yang dulu kecelakaan bersama pak Menteri Dahlan Iskan di Magetan, Jawa Timur. Ternyata sekarang disimpan dan dipajang di sini. Salah satu maha karya anak Indonesia yang kini terbengkalai, kasihan

Mobil Listrik di Museum Angkut | photo: fazword

Mobil Listrik di Museum Angkut | photo: fazword

Mobil Listrik di Museum Angkut | photo: fazword

Mobil Listrik di Museum Angkut | photo: fazword

Semoga ada maha karya anak – anak Indonesia yang lahir lagi dan tidak terbengkalai.

Lanjut jalan lagi sambil lihat – lihat, sampai ada yang menarik lagi yaitu Cinema Transportation History.

Cinema Transportation History Museum Angkut | photo: fazword

Cinema Transportation History Museum Angkut | photo: fazword

Semacam mini bioskop yang menayangkan sejarah alat angkut di Indonesia.

Cinema Transportation History Museum Angkut | photo: fazword

Cinema Transportation History Museum Angkut | photo: fazword

Saya gak ikut masuk nonton karena yang lain kayaknya sudah jauh banget, harus buru – buru jalan.

Lanjut jalan lagi ngikutin beberapa “township” seperti mini Stasiun Jakarta Kota, batavia, paris, germany, gangster town, … Eh btw itu Gangster Townnya udah kelewatan ya? Iya benar, udah lewat gak ada foto karena sendirian aja jalannya hahaha

Akhirnya ketemu sama yang lain lagi tepar di “british” wkwkwk… Di sini istirahat bentar samping “buckingham palace”. Terus lanjut jalan aja sampai keluar ketemu floating market yang dibikin dengan konsep pulau pulau di Indonesia. Btw ada Pulau Lombok looh😀

Floating Market Museum Angkut | photo: fazword

Floating Market Museum Angkut | photo: fazword

Di sampingnya ada Museum d’Topeng.

Museum d'Topeng Museum Angkut | photo: fazword

Museum d’Topeng Mueum Angkut | photo: fazword

Sudah pada tepar, akhirnya duduk santai aja samping floating market sampai akhirnya pulang sekitar jam 5 sore. Yuk balik ke Hotel, akan ada penutupan annual meeting.

Karena acara penutupan annual meeting ini sampai jam 9 malam saja, bisa nih keluar jalan – jalan malam di Malang. Sehari sebelumnya saya sudah buat janji dengan teman-teman SMA yang lagi kuliah di Malang, sepakat akan jalan – jalan Malam Mingguan di Malang bareng. Kemana saja? Di tulisan berikutnya ya… selamat bermalam minggu, bumi Arema🙂

ttd

 

2 thoughts on “Mlaku Mlaku Nang Malang: Museum Angkut

    • Halo mas,
      Iya benar boleh masuk kokpit. Masuk kokpit B733 ex Xpress Air sudah termasuk di tiket yang 20rb, sedangkan kokpit B732 ex Bouraq harus bayar lagi 350rb karena dipake untuk yang akan mencoba flight simulator di dalamnya.
      Tulisannya saya edit sedikit biar infonya lebih jelas,
      makasih mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s