Garuda Indonesia GA361 Bandung – Surabaya: Call of Duty

Garuda Indonesia Retro Livery | Doc: Fazword

Garuda Indonesia Retro Livery | Doc: Fazword

Tepat dua minggu setelah kembali ke Bandung, Jumat 20 September 2013 saya kembali lagi ke Lombok (Olek Seberak (bahasa sasak) = pulang sebentar). Belum benar-benar “merasa masuk” perkuliahan memang, tapi saya harus kembali lagi ke Lombok. Homesick berat ya? Bukan kok😉😀. Saya pulang karena ada “Call of Duty“. “Call of Duty” yang dimaksud adalah saya sedang ada acara di rumah terkait keberangkatan haji seorang anggota keluarga. Saya sebagai salah satu anggota keluarga merasa perlu untuk terlibat😀😉. Kepulangan ini juga sudah saya rencanakan sejak dulu sebelum kembali ke Bandung tanggal 7 September dengan rencana awal akan pulang lagi tanggal 20 September sampai 24 September 2013.

Baru beberapa hari setelah kembali ke Bandung tersebut, saya sudah mulai mengecek “dunia pertiketan” untuk tiket pulang pergi😀. Saya cek di beberapa maskapai, terutama yang melayani rute Bandung – Surabaya – Lombok – Denpasar – Bandung. Kenapa rutenya seperti ini? Tidak lewat Jakarta? Iya, Saya memang sudah merencanakan untuk tidak terbang dari Jakarta kali ini, melainkan dari Bandung saja. Rutenya via Surabaya (dan Denpasar) karena saya punya journey path plan di bulan September ini yakni fly on Lombok – Denpasar – Jakarta – Bandung – Surabaya – Lombok – Denpasar – Bandung😉. Untuk menerbangi rute Surabaya – Lombok, saya memilih Lion Air yang waktu itu menawarkan tiket IDR 350K (paling murah di antara airline lain). Sedangkan rute Lombok – (via Denpasar) – Bandung saya memilih Wings Air & Lion Air kembali dengan transit di Denpasar (termurah di antara airline lain dengan fare IDR 646K). Untuk Bandung – Surabaya? Ini yang paling bikin galau! Ada beberapa pilihan airline, AirAsia Indonesia, Garuda Indonesia, dan Lion Air, dengan fare Lion Air 356K, AirAsia 440K (all in fare), dan Garuda 646K. Kalo dilihat memang paling “enak” dari segi fare ya naik Lion lagi, tapi pertimbangan jadwalnya yang terbang jam 6 pagi menjadikan saya masih *ekhem dulu. Begitu juga AirAsia yang terbang jam 7.30 pagi. Sebenarnya yang paling memberatkan (bikin galau :D) adalah saya masih berkeinginan untuk masuk kuliah terlebih dahulu sebelum berangkat hari Jumat itu dimana saya hanya ada kuliah jam 7 pagi. Jika iya, maka otomatis pilihan saya hanyalah terbang Garuda Indonesia yang berangkat jam 1.30 siang. Usut punya usut ternyata kuliah saya hari Jumat itu memasuki fase penting, sehingga saya akhirnya memutuskan untuk masuk kuliah dan memastikan penerbangan dengan Garuda Indonesia. Fix! saya konfirmasi keberangkatan dengan GA361 Bandung – Surabaya tanggal 20 Sept. 2013.

Wing View Garuda Indonesia

A Wing View of My GA361 | Doc: Fazword

Flight Details:

Flight Number: GA361

Origin: Bandung, Husein Sastranegara International Airport (BDO)

Destination: Surabaya, Juanda International Airport (SUB)

Fleet: Boeing 737-800 PK-GFN (Retro Livery)

Date: Friday, 20 September 2013

Takeoff: 1.30 PM (Scheduled)

Landing: 2.55 PM (Scheduled)

Seat: 15A

Jumat itu, selesai kuliah jam 9, saya langsung prepare termasuk memesan Taksi untuk mengantar saya ke Bandara Husein, sampai sekitar jam setengah 11 akhirnya saya meninggalkan kosan. Jalur menuju Bandara Husein Sastranegara di jam segitu apalagi hari Jumat pasti macet, dan ya benar saja, taksi yang mengantar saya hanya bisa berjalan selow sampai sekitar 1 jam lebih lamanya saya baru tiba di Airport. Ya, kurang lebih menuju jam 12 lah.

Bandung Husein Sastranegara International Airport | Doc: Fazword

Bandung Husein Sastranegara International Airport | Doc: Fazword

Saya langsung masuk check-in dan request seat. Seperti biasa saya request window seat, “Boleh request seat 14A mbak? ;)” “Baik mas, dicek dulu ya😉 …Maaf mas, seat 14A di-lock” “Kalo begitu, saya request seat 15A saja”..”Oke, reserved mas. Terima kasih, dan selamat menikmati perjalanan”. “Terima kasih mbak😉 “. Yes, dapat 15A. Kenapa saya minat banget dengan seat 14 dan 15, karena di dua row inilah letak Emergency Exit B738nya Garuda, jadi bisa dapat seat yang legaaaa banget😀. Lihat ntar ya😀

Check-in Hall Bandung Airport | Doc: Fazword

Check-in Hall Bandung Airport | Doc: Fazword

Garuda Indonesia Check-in Desk at BDO | Doc: Fazword

Garuda Indonesia Check-in Desk at BDO | Doc: Fazword

Selesai check-in, saya langsung masuk ke ruang tunggu minimalis ala Husein😀. Suasananya? Lumayan crowded tapi syukur karena masih dapat tempat duduk. And, pada tau kan kalo kaca waiting room Husein Airport dilapisi warna coklat gelap? Nah, buat Aviation Geekers dan para Spotter, ini jelas tidak mengenakkan. Tapi, kemarin saat saya sholat di prayer room ruang tunggu ini, ternyata kacanya bening coy, gak ada penghalang lagi. Jadi, inilah posisi spotting yang nice di Husein waiting room, tapi tentunya ketika tidak waktu sholat dong ya😉. Selain itu, di dekat pintu masuk prayer room tersebut juga ada satu baris kaca yang juga bening😀 Saya pun duduk di situ😀

Waiting Room Husein Sastranegara Airport | Doc: Fazword

Waiting Room Husein Sastranegara Airport | Doc: Fazword

Moeslem Prayer Room | Doc: Fazword

Moeslem Prayer Room | Doc: Fazword

Beberapa saat kemudian saya menoleh ke arah apron, dan tiba-tiba saja sudah ada satu Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia parkir di situ. Inilah tunggangan saya hari ini! Dan a surprise, benar-benar surprise, dapat jackpot karena yang parkir di situ adalah PK-GFN, salah satu B738nya Garuda yang ber-livery retro😉😉 Akhirnya, setelah penantian lama [:-]😉

PK-GFN is Just Arrived at BDO | Doc: Fazword

PK-GFN is Just Arrived at BDO | Doc: Fazword

Kurang lebih 15 menit kemudian ada pre-boarding announcement penumpang GA361. Dilanjut 15 menit kemudian boarding annoucement. Mari boarding! Mungkin sayalah yang paling excited saat itu hahaha (norak)… Karena saya tau bahwa sebentar lagi nunggang PK-GFN😉 (Jadi, tinggal PK-GFM aja ni yang belum :D). Boarding di Husein Airport harus jalan kaki, a luck banget! Selama jalan ke pesawat (😉 ) I took some photos.

Boarding GA361 | Doc: Fazword

Boarding GA361 | Doc: Fazword

Boarding PK-GFN | Doc: Fazword

Boarding PK-GFN | Doc: Fazword

Ada pesawat milik Express Air juga nih nemenin boarding😀 PK-TXZ yang mendarat setelah PK-GFN tadi🙂

Express Air PK-TXZ at BDO | Doc: Fazword

Express Air PK-TXZ at BDO | Doc: Fazword

PK-GFN Garuda Indonesia | Doc: Fazword

PK-GFN Garuda Indonesia | Doc: Fazword

Memasuki pesawat, disambut purser dan mas FA (penerbangan kali ini lebih banyak pramugara) sampai saya menduduki “singgasana” saya satu jam ke depan, seat 15A. Duduk di emex row memang legaaa…. banget😀 Dan ternyata dua seat di samping saya (15 B dan C) tidak ada yang isi, jadi kosong dan yes, seperti menguasai emex 15A-B-C😀.

Boarding GA361 | Doc: Fazword

Boarding GA361 | Doc: Fazword

Two Seats Beside Me were Empty | Doc: Fazword

Two Seats Beside Me were Empty | Doc: Fazword

Emergency Exit Seat Legroom Garuda Indonesia | Doc: Fazword

Emergency Exit Seat Legroom Garuda Indonesia | Doc: Fazword

Boarding berlangsung tidak terlalu lama karena kurang lebih 15 menit kemudian pesawat sudah mulai taxi. Pesawat taxi ke runway 29 (Member PK-BDO pasti super kenal nih😀😛 ) Sampai di ujung runway pesawat kemudian back-track dan maburr.

Panggung 29 PK-BDO :D | Doc: Fazword

Panggung 29 PK-BDO😀 | Doc: Fazword

Backtract ryw 29 BDO | Doc: Fazword

Backtrack ryw 29 BDO | Doc: Fazword

Cuaca di atas Bandung dan sekitarnya lumayan berawan dan sudah rintik-rintik sehingga pesawat beberapa kali “goyang dombret” sampai mencapai ketinggian jelajah di 33000 feets di atas permukaan laut (saya tau dari pre-taxi anouncement captain). Sampai di atas, cuaca cerah dan indahnya. Pesawat terbang normal untuk kurang lebih 1 jam 5 menit ke depan.

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Takeoff GA361 | Doc: Fazword

Setelah seatbelt sign is switched off, saatnya meal service. Karena penerbangan ini kurang dari 1,5 jam, maka mealnya adalah bread, a bottle of fresh drink, dan orange juice (by request). Lumayan untuk ganjal! Saya beri nilai 7.5/10 deh untuk bread kali ini, karena enak dan lembut😉. Ini dia:

Snack Time GA361 | Doc: FAzword

Snack Time GA361 | Doc: FAzword

Meal Service GA361 | Doc: Fazword

Meal Service GA361 | Doc: Fazword

Orange Juice on GA361 | Doc: Fazword

Orange Juice on GA361 | Doc: Fazword

Selesai meal, mari coba eksplor AVOD nya GA di PK-GFN ini. Inilah pertama kalinya saya mendapatkan AVOD yang cukup responsif (sebelum2nya saya dapat yang lelet 😦 ). Untuk penerbangan yang sebentar ini, saya lebih memilih untuk mendengarkan musik saja, dan playlist yang saya putar adalah lagu-lagunya do’i😉 Siapa lagi kalau bukan Maudy Ayunda😉😀

Maudy Ayunda Playlist on Track GA361 | Doc: Fazword

Maudy Ayunda Playlist on Track GA361 | Doc: Fazword

Selain itu, saya baru tau kalo seat pocket saya isinya “kelebihan” karena beberapa magz malah double. Pilihannya lengkap dan ternyata ada isi terbaru di setiap seat GA yaitu Garuda Indonesia Holidays (GIH) yang merupakan guide wisata di kota-kota tujuan GA. Ini adalah edisi pertama yang isinya lebih banyak membahas Perth dan sekitarnya.

Garuda Indonesia Magazines | Doc: Fazword

Garuda Indonesia Magazines | Doc: Fazword

Setelah beberapa lagu diputar, akhirnya captain mengumumkan bahwa pesawat akan segera menurunkan ketinggian, menginfokan suhu di darat berapa dan prakiraan waktu landing. Dan ternyata landing kali ini diperkirakan lebih cepat 20 menit dari jadwal (Ini sih memang karena GA selalu membuat schedule dilebihkan sekian menit, untuk menghindary delay. Strategy yang Top!). Pesawat menurunkan ketinggian dengan menembus awan tebal yang menyelimuti Surabaya dan sekitarnya waktu itu, dan sekali lagi pesawat ini “goyang dombret”😀 Sampai kemudian mulai terlihat cerah dan kota Surabaya nampak di sana. Dengan jalur approach seperti ini, bisa dipastikan pesawat akan landing di runway 10 Juanda. Benar saja, sekitar jam 2.35 pesawat menyentuh runway 10 Juanda dan reverse!!! Sebelum benar-benar landing, I took some beautiful moments😉

View Garuda Indonesia 361 | Doc: Fazword

Wing View Garuda Indonesia 361 | Doc: Fazword

Menembus Awan GA361 | Doc: Fazword

Menembus Awan GA361 | Doc: Fazword

Landing dengan “gagahnya”😀 di Surabaya. Kemudian Taxi.

Taxi to The Parking Stand |Doc: Fazword

Taxi to The Parking Stand |Doc: Fazword

Pesawat parkir di samping B738 Garuda lainnya, si PK-GFT.

Parking beside PK-GFT at SUB | Doc: Fazword

Parking beside PK-GFT at SUB | Doc: Fazword

Penumpang keluar pesawat melalui pintu depan melewati garbarata. Saya masuk ke terminal kedatangan tapi eittss… stop dulu! kita berikan penghormatan ke pesawat yang sudah mengantarkan saya dengan selamat sampai di Surabaya. Thanks PK-GFN, sampai jumpa😉.

Thanks PK-GFN | Doc: Fazword

Thanks PK-GFN | Doc: Fazword

Selesai, dan saya langsung ke pintu exit. Karena saya tidak ada barang yang dimasukkan ke dalam bagasi, maka saya melenggang langsung.

Arrival Hall Juanda Airport | Doc: Fazword

Arrival Hall Juanda Airport | Doc: Fazword

Bagage Claim and Arrival Gate Juanda Airport | Doc: Fazword

Bagage Claim and Arrival Gate Juanda Airport | Doc: Fazword

Saya tidak langsung keluar. Masih ada lebih dua jam sebelum penerbangan lanjutan sehingga saya lebih memilih untuk menunggu di dalam bagage claim hall. Cari WiFi connection dulu, write something😀 Sampai kira-kira lima belas menit sebelum jam 4 sore waktu itu saya keluar dari sana dan langsung menuju terminal keberangkatan untuk melanjutkan penerbangan saya ke Lombok.

Di penerbangan lanjutan ini, saya akan numpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT642. Reportnya? Ada di tulisan saya selanjutnya.

Sekian dulu trip report kali ini. Perjalanannya sih singkat, tapi ada banyak hal yang bisa diceritakan😀

Terima kasih

==Go Traveling, Make Memories==

70cd0-ttd

2 thoughts on “Garuda Indonesia GA361 Bandung – Surabaya: Call of Duty

  1. Halo mas, salam kenal. Pas lagi iseng2 cari artikel backpacker-an ke Lombok malah keterusan baca isi blog ini… Hehe. Mau tanya, untuk kode PK-GFN dan semacamnya itu untuk kode apa ya? Penasaran soalnya. Trmksh

    • Salam kenal, terima kasih mas Aman atas atensinya terhadap blog saya hehe🙂
      PK-GFN adalah nomor registrasi dari pesawat tsb, PK adalah kode registrasi untuk pesawat Indonesia, diikuti tiga huruf identic airline dan pesawatnya.
      Misal PK-GFN, PK menandakan pesawat Indonesia, G menandakan pesawat ini milik Garuda Indonesia (kalo Lion PK-L**, Sriwijaya PK-C**, Airasia PK-A**, dll), dan FN adalah dua huruf terakhir urutan abjad pesawat tersebut dari seluruh armada yang dimiliki airline yang bersangkutan.
      Semoga membantu menuntaskan penasarannya ya mas hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s