Bus Bandung – Jakarta: Sehari di Jakarta [1]

Chapter 1: Bis Bandung – Jakarta

Halo sobat semua, kali ini saya ingin mencurahkan catatan perjalanan saya ketika sehari, Minggu, 25 November 2012 saya habiskan waktu di ibu kota. Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya menginjakkan kaki di kota metropolitan ini.

Saya sebenarnya tinggal di Bandung, namun seharian itu saya habiskan waktu di Jakarta untuk menghadiri acara Information Session Ritsumeikan Asia Pasific University di Le Meridien Hotel Jakarta.


Saya berangkat dari rumah (Bandung) pukul 05.20 pagi dengan menggunakan Taksi Cipaganti yang menjemput saya ke rumah tepat pada jam tersebut. Tujuan saya saat itu adalah ke terminal Leuwipanjang, Bandung.

Armada Cipaganti Taksi, image by: Bandung Traveler

Leuwipanjang pagi itu (05.40 WIB), image by: Fazword

Terminal Leuwipanjang pagi itu sekitar pukul 05.40 wib telah mulai disibukkan dengan aktivitas isi bis yang akan berangkat pagi itu juga. Saya sendiri karena akan ke Jakarta dapat memilih dua pilihan trayek, yakni Bandung – Kp. Rambutan dan Bandung – Lebak Bulus. Pada akhirnya, saya memilih jurusan ke Lebak Bulus karena mempertimbangkan bahwa saya akan ke Jakarta Pusat dan bis menuju Jakarta yang akan berangkat pertama waktu itu adalah yang ke Lebak Bulus.

Bis yang saya pilih adalah bis Primajasa AC eksekutif dengan tarif 50.000 sekali jalan. Lumayan murah dan terbayar dengan pelayanan yang diberikan.

Armada Primajasa Bis, image by: bismania

Bis berangkat sekitar pukul 6.00 WIB dari Bandung menuju ke Jakarta. Perjalanan pagi membuat saya terbawa kantuk di dalam bis karena saya memang kurang tidur semalam dan hampir kelolosan kalau saja tidak dibangunkan telepon CS Cipaganti yang memberitahukan saya status taksi yang akan saya naiki pagi itu. Akhirnya saya terlelap bersama alunan musik yang mengalir lembut dalam headset.

Saya baru tersadar dari tidur ketika bis telah memasuki daerah tol dalam kota Jakarta. Pagi itu Jakarta kelihatan lengang dari jalan tol, mungkin penduduk masih tidur karena memang hari libur. Tak lama kemudian, bis telah memasuki area terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Saya melihat jam handphone saya menunjukkan pukul 09.30 WIB. Perjalanan terhitung 3 jam 30 menit dari Leuwipanjang Bandung sampai Lebak Bulus Jakarta.

Terminal Lebak Bulus, image by: areamagz

Turun dari bis, udara Jakarta saya hirup untuk pertama kalinya, saya kelihatan seperti orang bingung, mau kemana, entah kemana arah yang ditunjukkan petunjuk arah di sudut terminal. Terminal Lebak Bulus masih sepi, aktivitas terlihat hanya beberapa penumpang menunggu bisnya berangkat, para kenek bis memandikan bisnya, pedagang rokok keliling masih terlihat malas bergerak duduk dan kopinya, sungguh pagi yang sepertinya malas di situ. Saya lalu berani ke area luar terminal, di situ saya melihat seorang petugas DLLAJ mengatur lalu lalang kendaraan keluar masuk terminal, saya bertanya kepadanya, “Selamat pagi pak, maaf, saya mau bertanya. Saya mau ke Le Meridien Hotel di Kawasan Sudirman, Jakpus, kendaraan apa yang bisa saya naiki ke sana Pak?” Bapak tersebut sepertinya kebingungan, mungkin karena pertanyaan saya terlalu detail. Kemudian saya tanya lagi,”Kalo naik Busway ke kawasan Sudirman bisa Pak?”.Barulah di sini petugas tersebut ngeh dan menjawab saya, ” bisa sekali, kamu langsung saja ke halte itu dan tanya lagi nanti di petugas di sana” katanya sambil menunjuk ke halte busway tepat +- 25 meter di depan kami. “Siap Pak terima kasih.” Saya langsung menuju halte busway. Di sana saya melihat masih sepi, hanya ada petugas loket tiket, saya lalu bertanya lagi, “Permisi mbak, saya mau ke kawasan Jalan Sudirman di Jakpus, naik busway yang rute mana saja ya?”. Mbaknya langsung menjawab, “tinggal naik dari sini, nanti turun di halte harmoni, lalu naik yang rute Blok M”. Saya simpulkan hanya perlu naik dua busway, “Baik, terima kasih mbak, berapa tiketnya?”. Saya disodorkan tiket busway bertuliskan Rp 3500,- Lantas saya membayarnya dan langsung naik ke dalam bus. Sebagai informasi, halte lebak bulus termasuk halte besar karena di sinilah halte paling ujung dari koridor 1 Trans Jakarta. Sekali beli tiket Trans Jakarta, tiket tersebut dapat digunakan beberapa kali dalam satu periode perjalanan, artinya ketika di halte harmoni nanti, saya tidak perlu membeli tiket busway lagi.

Halte Lebak Bulus, image by: detik

Tiket Trans Jakarta, image by: Fazword

Busway yang saya naiki juga dalam keadaan longgar, saya masih bebas memilih tempat duduk senyaman yang saya mau. Sekitar 5 menit saya memasuki bis, bis berangkat menuju halte harmoni. Kota Metropolitan, I’m Coming!! Sepertinya saya mendapatkan bis yang kurang terawat, terbukti dari karet sekat jendela yang telah tiada sehingga membuat suara jendela bis sangat ribut setiap kali ada jalan bergelombang. Ribut sih, tapi rela enggak naik bis pertama ini? rela telat? Suara derik jendela nyatanya membuat saya sedikit tidak memperhatikan lamanya perjalanan bis ini yang kurang lebih melewati belasan halte sebelum sampai di halte harmoni di Jakarta Pusat.

Armada Trans Jakarta. Images by Republika

Di halte Harmoni, saya ganti bis dengan yang rute ke Blok M. Kali ini saya tidak kebagian tempat duduk karena bis telah terisi penumpang dari halte sebelumnya. Halte harmoni bukanlah stop utama dari koridor ini, ia merupakan halte transit besar yang membuatnya ramai setiap saat. Saya berdiri selama perjalanan, ketika naik saya sengaja berdiri di samping kondektur bis agar saya bisa bertanya tempat turun dan bisa diingatkan. Saya bertanya kepada mas kondektur, “Mas, saya mau ke Le Meridien Hotel di kawasan Sudirman, nanti saya turun di halte mana ya?” Dia berfikir sejenak lalu menjawab,” O nanti turun di halte Karet, tepat di depan hotel tersebut.” “Ingatkan saya nanti ya mas kalo sudah sampai”. Dia mengangguk. Jalanan yang saya lewati memang sengang, karena hari itu Minggu sedang car free day kecuali Busway. Melewati beberapa kawasan yang selama ini saya tonton di tipi seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monas, Gedung-gedung kementerian, dsb. Sampai akhirnya saya diingatkan oleh kondektur bahwa telah sampai di halte Karet. Dia juga menunjukkan saya yang mana Le Meridien Hotel sehingga saya tahu arah ketika menyebrang melalui jembatan penyebrangan nanti.

Halte Karet, image by: beritasatu

Sesampai di Le Meridien Hotel, saya mengecek jam handphone saya dan menunjukkan pukul 10.30. Artinya satu jam dalam perjalanan dari Lebak Bulus sampai Le Meridien. Bagi saya sangat beruntung karena menurut teman yang memang tinggal di Jakarta sebenarnya bisa satu jam lebih, bahkan jika sedang tidak beruntung bisa dua jam di perjalanan. Inilah Jakarta!

Berhubung acara Information Session Ritsumeikan APU yang akan saya ikuti baru mulai jam 12 siang, akhirnya saya putuskan untuk menunggu di lobby hotel menghindari panasnya Jakarta… hehe

Di tembok luar Le Meridien Hotel

Lobby Le Meridien Hotel Jakarta, image from Flickr

Chapter 1 berakhir di sini, Catatan Perjalanan: Sehari di Jakarta akan berlanjut ke Chapter berikutnya dengan cerita lanjutan dari cerita di Chapter 1 ini.

Note: Anda sudah bisa membaca chapter selanjutnya:

Chapter 2: APU Ritsumeikan Information Session dan GBK

Chapter 3: Perjalanan Jakarta – Bandung

Terima kasih

Salam Hangat,

Untuk info lebih seru, cek twitter: @Fazword

========================================================

Tulisan ini dipindahkan dari blog saya: Fazword Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s