Bus Jakarta – Bandung: Sehari di Jakarta [3]

Setelah sebelumnya menyelesaikan Chapter 1 tentang Perjalanan Bis Bandung – Jakarta dan Chapter 2 tentang APU Ritsumeikan Information Session dan Gelora Bung Karnokini akan saya lanjutkan Catatan Perjalanan Sehari di Jakarta ini menuju Chapter 3 tentang perjalanan pulang saya ke Bandung. Cukup puas dengan hasil ke GBK saat itu, kurang lebih jam dua siang saya memutuskan untuk pulang dan tidak mampir ke Monas.


Pertimbangan saat itu adalah ini siang, dan ceritanya perjalanan ke Lebak Bulus dengan Busway akan lebih lama dari ketika datang tadi pagi. Dari halte GBK, kembali membeli tiket Rp 3500 untuk sekali perjalanan ke Lebak Bulus dengan sekali transit di Halte Harmoni. Memang benar apa yang saya prediksikan, bahwa perjalanan lebih lama. Bukan hanya lebih lama, tapi lebih susah. Susah 1 yaitu cukup lamanya menunggu bus datang di halte, sekalinya datang malah full isi. Susah 2 adalah panasnya udara di dalam halte, panas terik matahari ditambah panas “rebutan” oksigen bersama puluhan calon penumpang lainnya. Susah 3 nya yaitu ketika dapat bis, dalam keadaan full harus berdesak-desakan berdiri sepanjang perjalanan.Saran dari saya, bagi rekan-rekan perempuan harap berhati-hati dari tindakan tidak senonoh karena suasananya memang sangat tidak baik. Selain itu, hati-hati barang bawaan kita, dompet, tas, dll. Akhirnya, saya dapat merasakan salah satu kerasnya Jakarta.

Tiba di Halte Harmoni, keadaan yang saya dapati lebih buruk dan menjanjikan suasana yang sangat tidak enak bagi saya yang baru pertama kali merasakan kerasnya kota metropolitan ini. Desak-desakan, antrian panjang mengular, panas terik matahari, asap kendaraan, dan bau keringat semua berkumpul dalam ruangan halte yang menjadi sangat sempit karena disesaki seperti ini. Saya sebenarnya tidak menyadari bahwa orang-orang yang berkumpul di sana sedang ngantri, sehingga saya langsung saja nyelonong ke depan. Saya sendiri kaget, ternyata saya salah. Saya lalu kembali ke belakang dan masuk antrian.

Antrian Halte Harmoni, images by: lcpro wordpress

Kurang lebih 1 jam berdiri menunggu bis ke Lebak Bulus, akhirnya saya dapat masuk ke dalam bis. Dan pastinya menjadi penumpang berdiri, dengan suasana full seperti itu, teman-teman tau sendirilah bagaimana suasana disana. Saya berdiri terus sampai di tujuan, terminal Lebak Bulus. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam, selama itu pula saya berdiri di dalam bis transjakarta tersebut. Melelahkan memang, tapi tentu saja harus mendahulukan penumpang perempuan mendapatkan tempat duduk.

Terminal Lebak Bulus

Setiba di Terminal Lebak Bulus, saya masuk ke dalam kemudian membayar uang retribusi yang saya tidak tau apa kepada seorang petugas perhubungan. 1000 perak saya keluarkan sesuai dengan yang diminta. Setelah itu, saya masuk ke terminal bis, di sana sudah banyak bis yang siap memberangkatkan penumpangnya, termasuk dua unit bus Primajasa. Satu bus ini akan berangkat ke Garut, sedangkan satunya lagi adalah bis saya yang ke Bandung. Saya sebenarnya mencari bis ekonomi atau interior 2-3, tapi yang ada hanya satu unit ini 2-2 AC Eksekutif. Mengingat waktu yang menunjukkan pukul 4.30 WIB saat itu, saya memutuskan untuk naik bis yang ini saja, takut kemalaman. Kurang lebih setengah jam kemudian bis ini berangkat dan heading to Bandung.

Primajasa Bandung – Lb.  Bulus AC Executive

Perjalanan saya yang dimulai dari jam 5 sore ini membawa pada perjalanan dalam suasana menuju Maghrib, yang tentu saja sedang ramai-ramainya orang pulang ke rumah. Karena sangat lelah setelah beraktivitas seharian di Jakarta, saya tidak sadar telah terlelap tidur diiringi suara lagu melalui headset yang saya pakai. Saya baru bangun ketika bis ini masuk ke Rest Area km 57 untuk mengisi bahan bakar. Isi bahan bakar berlangsung +- 5 menit ini kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung. Waktu saat itu sudah maghrib dan dalam suasana hujan deras. Saya berusaha untuk tertidur lagi, tapi tidak bisa melanjutkan tidur. Jadilah saya mendengarkan lagu sambil memperhatikan perjalanan. Kira-kira memasuki kilometer 70 menuju 80 ada kecelakaan tunggal sebuah mobil sedan menabrak pagar jalan tol, membuat perjalanan di jalan tol Cipularang arah Bandung waktu itu cukup terganggu dan sempat terhenti beberapa saat.

SPBU Km 57, image by: detik

Perjalanan kemudian dilanjutkan, akan tetapi memasuki wilayah kawasan Rest Area km 97 Cipularang, bis kami tiba-tiba berhenti. Kondektur meminta kami semua keluar bis. Saya bertanya ada apa kepada sopir, Pak Sopir bilang kalu ban belakang kanan bis kami mengalami kempes ban sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Di depan bis kami, ada bis Primajasa Bekasi – Bandung yang juga sedang menuju ke Bandung berhenti, nampaknya kami akan dioper ke bis tersebut. Benar saja, kami semua disilahkan masuk ke bus tersebut untuk membawa kami ke Bandung. Tidak menjadi masalah bagi kami semua, asalkan kami selamat. Tepat sekali keputusan Sopir dan Kondektur tadi untuk tidak memaksakan terus berjalan dalam keadaan seperti itu. Salut Bos!

Bis Bekasi – Bandung yang kami naiki tentu saja dalam keadaan hampir full, hanya beberapa dari kami yang dapat tempat duduk, sedangkan yang lainnya harus berdiri. Saya masih lebih beruntung karena mendapatkan tempat duduk di belakang bis, tepatnya di smoking room di depan pintu toilet bis. Tak apalah, yang penting masih bisa melanjutkan perjalanan dengan lancar.

Kurang lebih pukul 7.15 bis kami memasuki area terminal Leuwipanjang di Bandung. Suasana dalam keadaan gerimis kecil, saya lantas langsung mencari angkot untuk kembali ke rumah. Kali ini lebih memilih angkot karena sedang tidak dikejar waktu, berbeda dengan tadi pagi ketika dari rumah ke terminal harus menggunakan taksi. Rumah saya yang ada di Dayeuhkolot menmbuat saya naik tiga kali angkot, pertama angkot 05 warna merah ke arah perempatan Soekarno-Hatta, kemudian angkot Sederhana – Cipagalo warna biru dari perempatan Soekarno-Hatta ke pasar Gordon buah batu, dan terakhir angkot Dayeuhkolot – Buah Batu sampai di bojongsoang.

Sekitar jam 8 malam saya sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.

Akhirnya perjalanan sehari saya di Jakarta berakhir dengan begitu banyak pengalaman, cerita, dan kenangan. Ini juga sebagai akhir dari Catatan Perjalanan saya sehari di Jakarta kali ini. Cerita yang telah saya susun menjadi 3 chapter, termasuk chapter kali ini dan dua chapter sebelumnya:

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan di semua chapter ini. Terima kasih.

Salam Hangat,

 Lebih Interaktif di Twitter: @Fazword

========================================================

Tulisan ini dipindahkan dari Blog Saya: Fazword Blog

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s