Backpacker Bandung – Lombok

Seperti judulnya, cerita ini tentang saya yang bulan Januari kemarin melakukan perjalanan pulang dari Bandung ke Lombok murah meriah, atau nama lainnya Backpacking. Saya sebenarnya bukanlah seorang Backpacker sejati, bahkan inilah pertama kalinya saya melakukan perjalanan yang kata orang-orang di bidangnya seru ini. Saya hitung, total biaya perjalanan ini +- 200 ribu rupiah* saja. Murah bukan?

Ilustrasi mahasiswa backpacker | image from: bangfaris.com

 Update 21 April 2013

Sebelum melanjutkanMendengar kabar bahwa tarif kereta ekonomi jarak jauh sekarang sudah dinaikkan pemerintah. Entah sudah berlaku di semua rute atau tidak, tapi pasti berdampak pada perubahan total biaya perjalanan ini. Oleh karena itu, teman-teman pastikan kembali tarif kereta yang akan digunakan untuk mendapatkan tarif total saat ini. Terima kasih

Berita:

http://www.sunriseofjava.com/berita-499-penumpang-tarif-tiket-naik-drastis-sama-saja-menghapus-ka-ekonomi.html  http://regional.kompas.com/read/2013/04/13/09394184/Penumpang.KA.Ekonomi.Tuntut.Penurunan.Tarif

Update 26 Juni 2013

Update, berdasarkan PERMENHUB No.63 Tahun 2013 Tentang Kenaikan Tarif Angkutan Laut, mulai 25 Juni 2013 pukul 00.00 WITA tarif baru penyebrangan Bali – Lombok / Lombok – Bali naik menjadi 40rb rupiah/Orang.

To be honest, perjalanan saya ini tidaklah total backpacker, melainkan sempat menggunakan moda transportasi “burung besi” ketika perjalanan Bandung – Surabaya (baca di sini) meskipun sebenarnya waktu itu saya mendapatkan tiket super murah juga (kalo boleh bilang begitu) cukup 176rb rupiah saja. Murah kan? Tapi, teman saya yang ikut ke Lomboklah yang menggunakan moda transportasi “ular besi”, yang mana cara inilah yang saya sebut total backpacking sebenarnya. Baiklah kita mulai rentetan trip plan-nya.

Seluruh moda transportasi yang akan digunakan kali ini adalah serba ekonomi class. Backpacker tidak bermain di kelas eksekutif, meskipun sebenarnya boleh juga hehehe… Diawali perjalanan dari Bandung, kita akan menuju ke Surabaya. Perjalanan kali ini dengan menggunakan kereta api ekonomi Pasundan, tiketnya seharga 38 ribu rupiah*. Murah bukan? Oke, kita catat dulu satu biaya ini. Perjalanan kereta ini memakan waktu kurang lebih 17 jam, dimulai dari pukul 6 pagi dari Bandung (Stasiun Kiaracondong) dan tiba di Surabaya (Stasiun Gubeng) sekitar pukul 11 malam. Harap bersabar di sini karena perjalanan akan kita lanjutkan esok siang menggunakan kereta ekonomi Sri Tanjung menuju Banyuwangi. Istirahatlah terlebih dahulu di stasiun malam itu, cukup aman tapi tetap jaga diri dan barang baik-baik ya :) . Paginya, banyak hal dapat dilakukan di sekitaran stasiun, atau bahkan di kota Surabaya. Kita dapat berkeliling terlebih dahulu, hitung-hitung melatih otot untuk perjalanan jauh berikutnya.

Oke, siang datang dan perjalanan berikutnya dimulai. Dengan kereta Sri Tanjung, tiket ekonomi 35 ribu rupiah*, perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam. Berangkat pukul 13.50 dan tiba di Banyuwangi (Stasiun Banyuwangi Baru) sekitar pukul 21.30 WIB. Kita telah sampai di ujung timur pulau Jawa. Saatnya kita akan menyeberang ke pulau tetangga, Bali.

Setelah tiba di stasiun Banyuwangi Baru, kita akan menuju ke pelabuhan Ketapang. Tapi tidak perlu khawatir keluar budget di sini, Kita dapat ke sana dengan jalan kaki karena jarak pelabuhan hanya +- 200 meter dari gerbang stasiun. Dekat dan suasana ramai, jadi tidak perlu was-was jalan sendirian. Sesampai di depan gerbang pelabuhan, jangan masuk dulu. Bagi yang perlu makan, ATM, dsb, lakukanlah di luar. Juga untuk perjalanan ke Denpasar, saya rekomendasikan untuk mencari bus di sini, di depan gerbang pelabuhan. Jika ingin mencari di dalam kapal, dikhawatirkan tidak dapat, atau jika ingin mencari di Gilimanuk nanti, juga dikhawatirkan sudah tidak ada bus, dengan pertimbangan bahwa kita akan sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali tengah malam.

Pelabuhan Ketapang malam itu | by: Fazword

Waktu itu, dari depan gerbang pelabuhan Ketapang, saya menunggu bus. Akhirnya, datang bus Dahlia Indah tujuan Denpasar. Saya naik di situ. Bus ini merupakan bus ekonomi, tarifnya terbilang murah untuk perjalanan darat kurang lebih 5 jam sampai Denpasar dan sudah termasuk harga tiket kapal 6rb rupiah. Tarifnya saat itu adalah 40 ribu rupiah*. Baiklah, kita langsung saja naik dan menyeberang selat Bali bersama bus ini.

Tiket PO Dahlia Tujuan Denpasar | dokumentasi Fazword

Tiba di Pelabuhan Gilimanuk, bersiap-siaplah dengan kartu identitas (KTP/Paspor). Akan ada pemeriksaan kartu identitas oleh petugas sebelum keluar pelabuhan (Jangan sampe gagal lanjutkan perjalanan gara-gara distop petugas di sini :D ). Lanjut perjalanan ke Denpasar, kurang lebih akan ditempuh dalam waktu 5 jam. Lumayan waktu untuk terlelap dalam keadaan gelap gulita di kiri dan kanan jalan. Tiba di Denpasar, kita turun di Terminal Mengwi, Badung. Saya waktu itu tiba di sana pukul 5 pagi. Lumayan, udara segar Bali menyambut kedatangan kita. Di Terminal Mengwi, kita akan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Padang Bai untuk menyeberang ke Lombok. Ada dua opsi melanjutkan perjalanan, pertama langsung dari Mengwi ke Padang Bai, kedua ke Ubung terlebih dahulu, kemudian lanjut ke Padang Bai.

Terminal Mengwi, Pagi 26 Januari 2013 | image by: Fazword

Pagi itu, saya langsung bertanya ke petugas Dishub yang ada di terminal. Luar biasa memang hospitality warga Bali kepada pendatang, para petugas yang ada di situ dengan sangat antusias membimbing saya untuk melanjutkan perjalanan. Salah seorang yang saya ingat, pak Budi Darma, Bapak inilah yang mengambil tanggung jawab atas keberangkatan saya ke Padang Bai. Terima kasih Pak, semoga dapat bertemu kembali. Anyone please sampaikan salam saya ke beliau kalau ada yang ke terminal Mengwi nanti. Saya disarankan untuk menunggu bus Lintas Samudera yang langsung akan menuju ke Padang Bai. Bus ini biasanya lewat pukul 6 pagi. Baiklah, saya akan menunggumu Lintas Samudera!

Waktu itu, rencana Tuhan berkata beda. Saya ketinggalan bus Lintas Samudera karena ketika bus datang, saya sedang di toilet. Pak Budi ternyata sempat mencari-cari saya ke dalam terminal, tapi tidak ketemu dan akhirnya bus berangkat. Maaf pak. Pak Budi masih mengurusi saya, dia kemudian menyarankan untuk menunggu bus Lintas Samudera berikutnya. Baiklah pak. Tapi, menjelang pukul 9 belum ada juga yang datang. Akhirnya saya putuskan berpamitan dengan petugas di situ dan pindah ke terminal Ubung di Denpasar. Anda dapat menggunakan angkot ke sana dengan ongkos 7 ribu rupiah*.

Tiba di terminal Ubung, saatnya mencari angkutan ke Padang Bai. Petugas Dishub di sana juga jawabannya sama,  yaitu menunggu bus Lintas Samudera. Baiklah, saya akan tunggu di sini, semoga segera datang. Sekitar satu jam berlalu, tidak ada juga yang datang. Akhirnya saya coba bertanya kepada salah seorang sopir bis di situ. Dari pak sopir tadi saya tau bahwa ternyata hari itu, 26 Januari 2013 sedang ada upacara agama untuk kendaraan sehingga bus Lintas Samudera tidak ada yang lewat lagi. Okelah. Tetapi, pak sopir itu menyarankan saya untuk menumpang mikrolet yang banyak ngetem di Ubung waktu itu, tapi dengan ongkos yang lebih mahal dan waktu berangkat agak lama karena harus menunggu penuh. Baiklah, tidak apa-apa daripada perjalanan terhenti di situ ;) . Mikrolet yang saya tumpangi waktu itu kurang lebih ngetem satu jam di Ubung sebelum berangkat ke Padang Bai. Perjalanan Ubung – Padang Bai kurang lebih selama 2,5 jam.

Tiba di pelabuhan Padang Bai, sekitar pukul 12 siang, saya turun dari mikrolet setelah sebelumnya membayar 50 ribu rupiah* sesuai permintaan sopir (kali ini no nego!). Tak apalah yang penting sudah berada di sini, karena tinggal satu langkah lagi akan sampai di Lombok. Bagi Anda yang muslim dan ingin mencari makanan halal, di pelabuhan Padang Bai ada warung nasi muslim, penjualnya asli dari Lombok. Saya yang waktu itu ke sana langsung ditawari makanan dengan bahasa Sasak, bahasa orang Lombok. Waah.. Mulai terasa suasana Lombok meskipun masih di seberang sana hehehe…. ;)

Perjalanan kita lanjutkan, langsung saja ke loket penjualan tiket penyebrangan. Siapkan uang 36 ribu rupiah* untuk menyeberang selat Lombok dengan estimasi waktu tempuh 3-4 jam Hati-hati calo di sini, pasang muka tenang dan mantap dalam melangkah, karena biasanya calo akan mengincar orang-orang yang nampak kebingungan di pelabuhan. Penyeberangan Padang Bai Bali – Lembar Lombok adalah penyeberangan 24 jam dengan frekuensi keberangkatan setiap 1 jam berangkat. Jadi, jangan takut mau tiba jam berapapun di Padang Bai, pasti tetap dapat kapal ke Lombok. Tapi, saran saya sih sebaiknya nyebrang dengan kapal keberangkatan jam 3 atau jam 4 sore agar dapat menikmati sunset dari selat Lombok yang indah itu ;). The Beauty of Selat Lombok.

Saya waktu itu menumpang kapal Marina Primera, kapal yang lumayan terkenal untuk rute ini selain “saudaranya” Marina Segunda. Kapal berangkat sekitar pukul 2.30 menuju pelabuhan Lembar, Lombok. Oke, inilah langkah terakhir kita sebelum nanti menginjakkan kaki di Lombok. Apabila cuaca cerah, maka beruntunglah kita dan siapkanlah kamera, silahkan hunting The Beauty of Selat Lombok. Berikut beberapa hasil dokumentasi perjalanan saya selama berada di selat Lombok, 26 Januari 2013.

Pelabuhan Padang Bai | image by: Fazword

Padang Bai Harbor | image by: Fazword

The Beauty of Selat Lombok | image by: Fazword

The Beauty of Selat Lombok | image by: Fazword

The Beauty of Selat Lombok | image by: Fazword

Getting closer to Lombok Island | image by: Fazword

Tiba di Pelabuhan Lembar, ucapkan hamdalah, dan selamat, kita sudah tiba di Lombok, teriaklah “Yeeyyy” :D . Welcome to Lombok. Dari pelabuhan ini, saya serahkan kepada teman-teman akan menggunakan moda transportasi apa untuk ke lokasi tujuan (tujuan kita beda-beda kan :D ). Ada pilihan Taksi, Mikrolet, Angkot, atau kalo sudah punya travel agent/keluarga yang menjemput, silahkan. Saya hanya bahagia bahwa teman-teman telah sampai di Lombok, rumah saya. Anggap rumah sendiri guys. ;)

Selanjutnya, saya akan kalkulasikan total biaya backpacker dari Bandung ke Lombok* sesuai yang sudah disebutkan di atas. Kita sebut saja ada dua cara karena di Mengwi kita ada dua opsi:

1. Cara 1: Mengwi langsung Padang Bai bus Lintas Samudera

Bandung – Surabaya: 38rb

Surabaya – Banyuwangi (Ketapang): 35rb

Ketapang – Denpasar (Mengwi): 40rb

Mengwi – Padang Bai: 50rb (estimasi)

Padang Bai – Lombok (Lembar): 36rb

TOTAL BIAYA:  199 ribu Rupiah*

2. Cara 2 Mengwi ke Ubung – Padang Bai

Bandung – Surabaya: 38rb

Surabaya – Banyuwangi (Ketapang): 35rb

Ketapang – Denpasar (Mengwi): 40rb

Mengwi – Ubung: 7rb

Ubung – Padang Bai: 50rb

Padang Bai – Lombok (Lembar): 36rb

TOTAL BIAYA: 206 ribu Rupiah*

Inilah peta rute perjalanannya: Bandung (Stasiun Kiaracondong) – Surabaya (Stasiun Gubeng) – Banyuwangi (Stasiun Banyuwangi Baru & Pelabuhan Ketapang) – Gilimanuk – Denpasar – Padang Bai – Lombok (Pelabuhan Lembar).

Saya sendiri kaget dengan total biaya transportasi di atas yang murah (pake banget :D ), jauh lebih murah dibanding perjalanan dengan pesawat, bahkan bis langsung sekalipun. Luar biasa. Akan tetapi, teman-teman pasti tahu ada beban fisik dan psikis selama perjalanan backpacking estafet begini, tapi saya yakin, jika sudah direncanakan dengan baik dan matang-matang, impian ke Lombok pasti dapat terwujud.

Saya Fazword, bukan siapa siapa, bukan travel agent, saya adalah orang Lombok Asli. Selamat Datang di Lombok.

Salam hangat, Matur tampi asih.

* : Biaya-biaya di atas bisa saja berubah karena tarif angkutan fleksibel. Mohon disesuaikan lagi dengan tarif terbaru ya guys ;) .

========================================================

Tulisan ini dipindahkan dari Blog saya: Fazword Blog

About these ads

20 thoughts on “Backpacker Bandung – Lombok

    • Sebelum harga BBM naik mas…
      Tapi itu di artikelnya sudah saya update dan tambahkan beberapa info mengenai perubahan tarif dll.
      Disesuaikan lagi ya mas
      Terima kasih :)

      • Mas, ini aku udah searching harga tiket KA ekonomi dr gubeng ke banyuwangi baru, paling murah harganya Rp. 50.000,
        mngkn harga2 yg lain jga ikut naik
        oiya artikel terupdate menuju lombok mana mas?
        terimakasih

      • Iya benar mas, sekarang kereta api ekonomi yang saya dulu dapat 35rb sudah 50rb, denger2 sih itu untuk seluruh rute CMIW
        Yang sudah naik tarifnya setelah kenaikan harga BBM:
        - Tarif penyebrangan kereta
        - Tarif penyebrangan kapal (sudah saya update di artikel) ;)
        - Tarif bis (ini saya belum dapat rinciannya)

        Artikel lainnya masih belum sempat saya tulis mas, lagi sibuk ikatan di kampus :(
        Perlahan-lahan saya tulis kok yang lainnya

        Terima kasih mas Syaiful ;)

    • Bisa menggunakan angkot (2x): Kalo tiba di lembar masih belum sore, saya sarankan cari angkotnya di luar area pelabuhan. Cukup keluar jalan kaki sampe pertigaan Lembar – Sekotong. Di situ biasanya banyak yang nunggu.
      1. Lembar – Terminal mandalika
      2. Terminal Mandalika – Kota Mataram

      Kalo nggak angkot, bisa pake taksi. Taksi tidak ada yang ngetem di area pelabuhan, ngetemnya di luar dekat pertigaan tadi.

      Tapi, kalo tiba di Lembar sudah petang atau malam, biasanya angkot dan taksi yg di luar sudah tidak ada, pilihannya angkot yang ada di dalam pelabuhan.

      Biayanya kalo angkot luar maksimal habis 15rb lah (perkiraan), kalo pake taksi tergantung argo. Soalnya yg ngetem di situ cuma Taksi BlueBird

      • apakah angkot yg didalam pelabuhan beroperasi 24 jam?
        kalau yg didalam pelabuhan berapa biayanya?
        terimakasih

      • Saya kurang tau juga sih sampai jam berapa operasinya, karena mereka sifatnya sama dg angkot yang di luar, cuma bedanya mereka diberikan “khusus” sampe masuk ke area pelabuhan. Mungkin maksimal sampe lewat maghrib ada CMIW.
        Biayanya? Saya pernah dari Lembar ke Gerung +- 6km (waktu itu saya minta sampe Gerung saja dan ganti Taksi sampai tujuan saya) ongkosnya berdua 20rb.
        Kalo sampe mataram atau destinasi lainnya, saya kurang tau, tp yang pasti tarif mereka pake “tarif wisatawan” ;)
        Good Luck ya, semoga membantu

    • Halo,
      Dari Lembar ke Gili (penyebrangan Gili di Bangsal, Pemenang) masih belum ada angkot yang buka trayek langsung. Solusinya, cari angkot di luar pelabuhan yang ke Terminal Mandalika di Mataram, kalo tidak dapat yg langsung, sampai Gerung atau Kediri juga bisa, dari sana lanjut angkot lainnya sampai Terminal Mandalika. Pokoknya sampai di Mandalika aja dulu :D
      Dari Terminal Mandalika, naik kendaraan minibus (orang2 sini nyebutnya engkel) yang tujuan Bayan via Tanjung. Nah, ini sudah langsung lewat Bangsal, minta saja turun di Bangsal. Dari Bangsal, langsung nyebrang kapal ke Gili.

      Sebenarnya ada sih angkot yg Lembar – Bangsal langsung, tapi angkot yang dari dalam pelabuhan, sifatnya charteran. Tapi, kalo rame-rame apalagi bawa barang banyak atau nyampe malam lebih baik sih naik angkot yg dari dalam pelabuhan ini sampai Bangsal, gak perlu turun sana sini kan ;)
      Kalo gak ada teman, coba cari teman pas turun di Lembar atau pas di perjalanan sebelumnya, siapa tau bisa dapat untuk bagi ongkos kan :D
      Good Luck!

      • Lo kuliah dimana sob? Gue juga di bandung, siapa tau bisa barengan kalo lo mau ke lombok lagi. Sumpah gue pengen banget ke lombok hahaha

    • Makasih mbak Ranis :D
      Penginapan di Lombok ada banyak mbak, bisa di hotel (bintang x sampe bintang kebintangan :D ), hostel, losmen atau bisa di rumah warga.
      Hotel dan penginapan di Lombok sudah banyak terutama di daerah-daerah wisata dan kota, seperti di dekat Bandara, ada hotel Grand Royal Batujai…
      Jadi, gak perlu khawatir masalah penginapan kalo berlibur di Lombok :)

    • Halo, kondisi Ferry Pd Bai – Lembar sudah bagus kok, fasilitas lengkap dan cukup nyaman. Di Ferry Padang Bai – Lembar ada kok ruangan yang memiliki kursi sampai sofa di dalamnya, untuk akses bebas-bebas saja cuma ya siapa duluan dia dapat, tidak bisa mengakomodir semua penumpang. Kadang juga ada penyewaan kasur (biasanya kalo nyebrang malam) yang bisa dipake. Masing-masing kapal fasilitasnya berbeda, tapi sudah masuk standar nyaman dan aman. Kalo bawa koper, nggak terlalu merepotkan sih asalkan sudah di atas, paling repotnya pas bawa ke atas :D

      Semoga membantu :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s